Rapat Akhir Tahun 2015 Karsa Institute Palu

 

 

Rapat Akhir Tahun Karsa Institute

Di penghujung tahun 2015, Karsa Institute melaksanakan Rapat akhir Tahun di Kantor Karsa Jalan Dewi Sartika III Komplek Perum Bumi Permai Blok B3 Palu Selatan.  Rapat Akhir tahun ini dihadiri oleh Badan Pengurus dan pelaksanan program.  Pada rapat akhir tahun ini Direktur Eksekutif Karsa Institute Satriyanto Sugeng Bahagya, SE menyampaikan capaian – capaian program selama di tahun 2015 dan Implementasi Program yang akan dilaksanakan pada Tahun 2016. Ada beberapa catatan penting yang menjadi agenda rapat akhir tahun antara lain (1). Membahas Review kemajuan program PATAKA : Penguatan Tata Kelola Kampung dalam memperkuat akses layanan hak dasar dan PSDA BM  phase 2 Kerjasama dengan Kemitraan di wilayah Kabupaten Sigi (Kec. Pipikoro dan kec. Kulawi Selatan), (2). Program SETAPAK (Konsorsium SCF, Karsa, Sikap, ROA dan Jambata) tahap 2 di  Kab. Sigi (Desa Tangkulowi), Kab. Parimo (Desa Bolano dan Lambunu), Kab. Poso (Desa Amporiwo) dan Kab. Banggai Kepulauan (Desa Lamelu, Alul, Mandok). (3). Program Pembangunan Kolaborasi untuk  mendukung Pengelolaan Danau Poso yang berkelanjutan bekerjasama dengan RIT-CEPF Wallacea Biodiversity Hotspot­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­  dan (4). Persiapan Musyawarah Besar Ke – V Karsa Institute yang akan dilaksanakan pada bulan Februari yang bertempat di Danau Tambing.

Kantor Karsa Institute

Pada rapat ini juga  Menejer Program Karsa Institute, Rahmat Saleh, S. Hut mempertegas capaian outputs dari setiap kegiatan program yang akan dilaksanakan ditahun 2016, mengingat hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab Karsa Institute kepada mitra dan masyarakat desa. Selain membahas Output kegiatan, dibahas pula distribusi sumber daya (deploy staff program) dalam melaksanakan program.  Berikut outputs  kegiatan yang akan dilaksanan dalam tahun 2016.

  • Program Penguatan Tata Kelola Kampung dalam memperkuat akses layanan hak dasar dan PSDA BM phase 2 :
  1. Meningkatnya Partisipasi masyarakat desa dalam perencanaan desa, pelaksanaan dan pengawasan.
  2. Meningkatnya kapasitas kelembagaan Desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik
  3. Revitalisasi peran lembaga adat dalam PSDA dan integrasi social.
  4. Meningkatnya pertukaran informasi dari dan kepada topo uma
  5. Meningkatnya kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber –sumber nafkah, utamanya dibidang pertanian dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.
  • Program SETAPAK (Konsorsium SCF, Karsa, Sikap, ROA dan Jambata) tahap 2 :
  1. Wilayah kelola masyarakat terverifikasi
  2. Adanya kebijakan daerah yang berpihak pada perluasan dan penguatan Hkm
  3. Adanya skema alokasi anggaran untuk operasional Hkm
  4. Adanya pencabutan izin usaha ekstraktif
  5. Berjalannya pengawasaan secara kolaboratif terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam
  6. Pelaporan sejumlah dugaan pelanggaran pengelolaan sda
  7. Berjalannya SPM dan open data yang dapat diakses para pihak
  • Program Pembangunan Kolaborasi untuk mendukung Pengelolaan Danau Poso
  1. Adanya penetapan areal/kawasan perlindungan serta rencana kerja dan pilot kegiatan oleh pemerinah desa yang terintegrasi kedalam RTR.Desa, Renstra,dana Poso,RK SKPD,UPT dan swasta.

1 comment

    • anto on 06/01/2016 at 06:15

    terima kasih admin telah mndokumentasikan proses, berita ini dapat di sharee ke kawan kawan lain yag belum sempat hadir

Leave a Reply

Your email address will not be published.