Pejuang Kesehatan Dari Lawe

Ibu Elsye (58), saat ditemui Jumat (28/8/15) perempuan paruh baya dari Desa Lawe Kec. Pipikoro Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah, salah seorang sosok yang tidak terpisahkan ketika berbicara ibu-ibu hamil yang akan melahirkan di desanya, karena sosok ibu Elsye yang akrab disapa Tina Piser merupakan dukun bayi.

Sebelum Program Peduli Masuk di wilayah Pipikoro khususnya desa Lawe, Tina Piser selalu menangani ibu-ibu yang akan melahirkan dengan peralatan seadanya. Menangani proses persalinan tidak menggunakan sarung tangan, atau memotong tali pusar bayi hanya dengan menggunakan sebilah bambu yang diraut hingga tajam adalah hal yang biasa terjadi di wilayah pipikoro, khususnya di desa Lawe

Tenaga Medis ataupun Bidan tidak ada di desa ini, kunjungan tenaga medis ataupun bidan hanya sesekali saja sehingga praktis semua persoalan kesehatan maupun ibu hamil ditangani oleh dukun bayi ataupun ahli pengobatan kampung.

“Dibanding dulu, sekarang Tina Piser sudah lebih moderen pak, so canggih dia” ujar Purwanti (37) salah seorang ibu yang ada di Desa Lawe sambil tersenyum.

“Saya bersyukur, karena bantuan peralatan dari program peduli dan KARSA Institute ini,  semakin banyak membantu orang” , ucap Tina Piser, “bukan Cuma ibu-ibu melahirkan saja pak yang mendapat manfaat dari bantuan ini, Tapi anak-anak yang kena mata tinggi (step), bapak-bapak yang terkena parang saat bekerja dikebun, orang yang jatuh dari motor,  semua mendapat manfaat dengan menggunakan bantuan kesehatan dari  program ini”,  sambungnya.

“Dulu pak… sebelum adanya bantuan peralatan dari program peduli ini, setiap saya menolong ibu melahirkan, saya selalu di dera rasa takut, saya takut ibu dan anak yang saya tolong terkena infeksi atau tetanus, akibat peralatan yang saya pakai hanya sekedarnya, jauh dari kata steril” kenang Tina Piser.

Sekarang Tina Piser bisa bernapas Lega,  kekhawatiran dan ketakutannya perlahan-lahan sirna  karena peralatan standar berupa timbangan bayi, kaus tangan karet, kasa steril, gunting, alkohol, rivanol, masker, alat tensimeter/spyignomanometer, Steteskop  dan pendukung kesehatan yang lain sudah tersedia dan telah digunakannya sehingga sangatlah membantu pekerjaan Tina Piser dalam mengatasi masalah kesehatan khususnya ibu-ibu yang melahirkan di desanya, serta asistensi dan pelatihan oleh bidan kecamatan yang dimediasi oleh KARSA Institute Palu lewat  program peduli.

ibu elsye1

Ibu Elsye  saat membalut luka salah seorang anak (Doc Budiyansyah)

Penanganan Tina Piser terhadap ibu hamil maupun ibu melahirkan dengan menggunakan peralatan yang layak  dan steril serta keterampilan yang semakin hari semakin baik tersebar hingga ke desa-desa tetangga. kini Tina Piser tidak hanya menangani ibu-ibu yang melahirkan di desanya saja, melainkan beberapa kali dia di jemput dari desa tetangga untuk membantu proses persalinan.

Menurut Tina Piser, pernah tepatnya 25 desember 2013, tatkala orang lain sedang bersuka cita merayakan natal, dia dijemput ojek dari desa tetangga Desa Biro, padahal di desa tersebut terdapat juga dukun bayi, tapi justru Tina Piser dipanggil untuk membantu persalinan. “Karena ini tugas pelayanan, tanpa pikir panjang saya langsung berangkat ke Desa Biro, semua peralatan dan perlengkapan kesehatan saya bawa serta, syukurlah berkat pertolongan dari Tuhan, peralatan dan perlengkapan kesehatan dari program peduli saya bisa menolong ibu dan anak yang dilahirkan dengan selamat”, kenang Tina Piser.

ibu elsye

Ibu Elsye saat memeriksa kehamilan salah seorang ibu (Doc Florensius)

Tina Piser merupakan salah seorang pejuang kesehatan yang ada diwilayah Pipikoro yang luput dari perhatian Pemerintah, sulit membayangkan apa yang terjadi diwilayah Pipikoro jika orang-orang seperti Tina Piser tidak ada, mungkin kematian bayi dan ibu melahirkan akan sering terjadi. (Florensius-KARSA Institute)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.