Berdaulat atas hasil Hutan Bukan Kayu di Kawasan Hutan Lindung

Desa Namo dan Desa Lonca adalah Desa yang di kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi yang sudah mendapatkan Hak pengelolaan Hutan Desa dari Gubernur Sulawesi Tengah. Awalnya Kawasan Hutan Negara  ini adalah Hutan Lindung  yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah, namun dengan adanya kebijakan Pemerintah terkait pengelolaan Hutan berbasis masyarakat melalui skema Hutan Kemasyarakatan ( HKM ), Hutan Desa dan HTR maka di tahun 2010 Karsa Institute, Jambata bersama dengan pihak terkait melakukan pendampingan pemberdayaan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Hutan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong dan memfasilitasi warga untuk berkelompok hingga membentuk lembaga desa yang nanti akan diusulkan untuk dapat mengelola Hutan dengan skema Hutan Desa.

Dari hasil identifikasi potensi hasil Hutan bukan kayu diketahui bahwa banyak ragam jenis – jenis HHBK yang terdapat dalam kawasan HD diantaranya adalah Rotan seperti jenis Noko, lambang, batang, togihi dan pandan Hutan. Melihat potensi hasil Hutan Bukan Kayu ini bisa dijadikan sebagai peluang ekonomi maka juga dilakukan upaya untuk mengelompokan warga yang memiliki ketrampilan atau kemampuan untuk menganyam hasil – hasil hutan seperti rotan dan pandan.

kerajinan tangan 3

proses menganyam tikar dari pandan hutan (Naho)

Kelompok pengrajin ini juga sudah banyak mendapatkan pelatihan – pelatihan dari instansi terkait kabupaten maupun propinsi, sehingga saat ini kelompok pengrajin Hutan Desa sudah bisa mandiri dan dapat membuat dan memasarkan hasil kerajinannya pada pejabat – pejabat terkait yang ada di daerah.

Pandan Hutan ( Naho ), ini dianyam untuk menjadi tikar dan bakul sedangkan rotan dianyam menjadi tudung saji, Tas ransel dan sebagainya sesuai dengan pesanan konsumen.

kerajinan tangan 1

     kerajinan tangan dari pandan huta (Naho) dan rotan

Harga 1 lembar tikar pandan Hutan dengan ukuran 1,5 m x 2 m di hargai sebesar Rp,90.000 dan untuk bakul sendiri disesuaikan dengan ukuran. Ukuran besarnya dibeli dengan harga Rp. 60 000 dan ukuran kecil dibeli dengan harga Rp.30 000. Sedangkan untuk tas ransel yang terbuat dari rotan dijual dengan harga Rp 135 000 dan tundun saji dari rotan seharga Rp.150 000.

kerajinan tangan 4

Salah satu kendala yang dihadapi oleh kelompok ini adalah terkait dengan pemasaran hasil kerajinan. Saat ini kelompok pengrajin belum mempunyai akses pasar yang lebih baik dibanding saat ini, sehingga hasil–hasil kerajinan yang ada terkadang pemasarannya menjadi terlambat.(Desmon/Karsa institute)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.