BANJIR BANDANG HANTAM DESA NAMO 17 RUMAH WARGA HANCUR

Hujan deras yang sepanjang hari (13/8/19) mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menyebabkan banjir bandang di Dusun 3 (Sapoo) dan dusun 4 (Sadaunta), Desa Namo, Kecamatan Kulawi, informasi ini pertama kali diperoleh dari laporan Bpk Suaib Hasan, dini hari. Bpk Suaib, salah satu staf lapangan Karsa Institute, melaporkan, rumahnya yang relative aman untuk sementara telah menjadi tempat mengungsi warga sadaunta yang rumahnya dilabrak banjir, maupun warga yang hendak mengamankan diri. 

Menurut laporan tim lapangan, Banjir bandang ini mengakibatkan 10 rumah rusak parah dan 7 lainnya hilang diterjang banjir. Mengakibatkan 14 kepala rumah tangga kehilangan tempat tinggal.  Banjir di desa Namo disertai dengan longsoran batu, pasir serta lumpur yang diikuti gelondongan kayu. Menurut keterangan warga, banjir pada aliran sungai Sadaunta dan Sapoo berlangsung begitu cepat, sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya.

Pada saat kejadian, hujan deras telah berlangsung sejak sore hari. beberapa warga sebenarnya telah mendengar suara gemuruh dari arah timur (daerah gunung). Namun memilih tetap berdiam diri karena hujan. warga bereaksi menyelamatkan diri, setelah suara gemuruh semakin keras, mendekat, diimbuhi teriakan warga lainnya.

3 rumah mengalami rusak berat, 8 rusak sedang di dusun 3, Sapoo. Selain itu, 2 unit jaringan air bersih dan 1 unit Polindes dilaporkan mengalami kerusakan. Sementara itu, di Sadaunta, rumah rusak berat mencapai 14 Unit. Serta masing-masing 1 unit Posyandu, Gedung TK PAUD, Masjid, Gedung Perikanan dan 1 Jaringan Air Bersih. Banjir Bandang Namo, juga telah memutus ruas jalan Trans Palu – Kulawi, serta jaringan listrik. (Repp: Hadi,Desmon, Arul dan Eliyanus / Karsa Institute )

Leave a Reply

Your email address will not be published.